Dampak Penambangan Batu Andesit Terhadap Kerusakan Lingkungan: Analisis dalam perspektif ecological citizenship
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif masyarakat mengenai ecological citizenship terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan batu andesit di Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah 23 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas 14 masyarakat, 8 pekerja pertambangan, dan 1 aparatur pemerintah desa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memahami berbagai dampak penambangan, meliputi perubahan bentang alam, kerusakan jalan, debu dan kebisingan, penurunan kualitas sumber air, serta berkurangnya vegetasi. Namun, pemahaman tersebut belum sepenuhnya diwujudkan dalam partisipasi aktif karena kepentingan ekonomi dan ketergantungan terhadap sektor pertambangan masih dominan. Upaya masyarakat dan pemerintah desa meliputi penyiraman jalan, perbaikan jalan secara swadaya, koordinasi dengan perusahaan, dan sosialisasi lingkungan. Dalam hal ini, nilai Tritangtu di Buana yang mencakup Buana Nyungcung, Buana Pancatengah, dan Buana Larang relevan sebagai kearifan lokal dalam memperkuat tanggung jawab ekologis masyarakat.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.